SANGGAU, KALBAR – Dalam rangkaian Festival Budaya Lingkar Tiong Kandang, masyarakat Dayak bersama pengurus adat Desa, Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Balai Batang Tarang, panitia penyelenggara, unsur Forkopimcam, serta tamu undangan melaksanakan kegiatan penanaman pohon buah-buahan khas di Bukit Tiong Kandang dan rekreasi di Air Terjun Lancingk, Dusun Perupuk, Desa Semoncol, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Rabu (10/9/2025).

Penanaman pohon buah-buahan ini dilakukan sebagai bentuk nyata kecintaan masyarakat Dayak terhadap kelestarian alam sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Harapannya, alam tetap terjaga, menghasilkan manfaat berkelanjutan, serta mendukung ketersediaan karbon yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

 

Ketua Panitia Pelaksana Festival Budaya Lingkar Tiong Kandang, Pdt. Sudarmono, bersama Sekretaris Panitia, Gadak SE, menegaskan pentingnya generasi muda Dayak untuk menyadari fungsi dan manfaat menjaga lingkungan bagi kelangsungan hidup di masa depan.

“Kegiatan ini jangan berhenti di sini saja, tetapi harus berkesinambungan. Kita ingin generasi muda sadar bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan,” ujar Sudarmono.

Senada, Ketua DAD Kecamatan Balai Batang Tarang, Sali SE, menekankan bahwa masyarakat Dayak sangat bergantung pada alam dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur. “Alam bukan hanya sumber kehidupan, tapi juga bagian dari identitas masyarakat Dayak. Karena itu harus dijaga dan dilestarikan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Dayak Lingkar Tiong Kandang berharap adanya sinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk bersama-sama membangun sekaligus melestarikan alam, agar tetap terjaga untuk generasi yang akan datang. (red/Yoniki)