LANGKAHKALTENG, PALANGKA RAYA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Hotel Luwansa, Kota Palangka Raya pada Sabtu (14/03/2026).

Agenda utama pertemuan ini adalah mematangkan persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB se-Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada medio April mendatang.

Ketua DPW PKB Kalteng, Rahmanto Muhidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakorwil ini bertepatan dengan satu bulan pasca pengukuhan pengurus pada 14 Februari lalu. Ia menekankan pentingnya menjaga momentum dan semangat kebersamaan pengurus agar mesin partai tetap panas.

“Tepat satu bulan sejak pengukuhan 14 Februari hingga hari ini 14 Maret, kita kembali berkumpul. Semangat dan kebersamaan ini harus terus kita pelihara, tidak boleh padam untuk menyongsong agenda-agenda besar partai ke depan,” ujar Rahmanto di hadapan pengurus DPW dan Ketua DPC se-Kalteng.

Rahmanto menjelaskan, pelaksanaan Muscab akan dibagi ke dalam tiga zona wilayah untuk efektivitas konsolidasi. Rencananya, agenda tersebut akan dilaksanakan antara tanggal 1 April hingga 15 April 2026.

Adapun pembagian zona tersebut meliputi:
* Zona 1 (Wilayah Barito): Mencakup Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur.
* Zona 2: Meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas, Pulang Pisau, Kapuas, dan Kota Palangka Raya.
* Zona 3: Meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), Seruyan, Lamandau, dan Sukamara.

“Melalui Rakorwil hari ini, kita akan menyepakati kabupaten mana yang akan menjadi tuan rumah di masing-masing zona, sekaligus menetapkan koordinator dan panitia bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rahmanto memaparkan bahwa Muscab merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat kabupaten/kota. Terdapat empat poin krusial yang akan menjadi fokus utama, yaitu evaluasi keputusan DPC, penyusunan arah kebijakan organisasi, penetapan calon kepemimpinan baru DPC PKB se-Kalteng, serta penguatan konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Muscab kali ini bisa dilaksanakan secara kolektif per zona sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga partai. Kami ingin pelaksanaan di kabupaten terpilih nantinya memberikan multiplayer effect, sehingga syiar dan semarak konsolidasi PKB benar-benar terasa oleh masyarakat di daerah,” pungkas Rahmanto. (Ctr)