LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi menggelar pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tahun 2026. Agenda ini dilaksanakan langsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, pada Selasa (26/05/2026).
Salah satu pejabat yang resmi dilantik adalah Agus Candra, ST., MT., yang kini menahkodai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah.
Saat ditemui usai pelantikan, Agus Candra menegaskan bahwa fokus utama dirinya setelah mengemban jabatan ini adalah bergerak cepat mendukung penuh program strategis serta visi dan misi Gubernur Kalteng, khususnya di sektor ketahanan pangan.
“Poin utamanya yang pasti kita mendukung program strategis dan menyukseskan visi-misi Bapak Gubernur, khususnya di bidang ketahanan pangan. Tugas kami adalah menyukseskan dan mengoptimalkan program pak gubernur untuk pembangunan di Kalimantan Tengah,” ujar Agus Candra kepada awak media.
Lebih lanjut, Agus berharap kondisi ketahanan pangan di Bumi Tambun Bungai dapat terus terjaga dan stabil. Ia menginginkan agar seluruh lapisan masyarakat Kalteng tidak lagi dibebani oleh persoalan melonjaknya harga pangan di pasaran.
“Harapannya kondisi ketahanan pangan di Kalteng ini baik. Jadi masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau dan murah. Kenaikan harga pangan yang di luar kemampuan masyarakat diharapkan tidak menjadi kendala lagi ke depannya,” imbuhnya.
Ketika disinggung mengenai penyelarasan dengan program berskala nasional, Agus Candra menjelaskan bahwa arah kebijakan Kalteng sudah sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang pangan. Namun, untuk tingkat daerah, fokus utama akan lebih diarahkan pada sektor hulu.
Menurutnya, optimalisasi penyiapan lahan dan penanaman padi akan terus dipacu guna memperkuat posisi Kalimantan Tengah yang telah ditetapkan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Kalau program nasional kan sudah jelas melalui Asta Cita Bapak Presiden. Untuk kita di Kalteng, ketahanan pangan ini akan lebih ditekankan pada sektor hulunya, yaitu penyiapan lahan dan penanaman padi karena kita dijadikan sebagai lumbung pangan,” jelas Agus.
Ia juga optimis, sektor ketahanan pangan ini akan memberikan nilai tambah (poin plus) yang besar bagi Provinsi Kalimantan Tengah. Targetnya tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan lokal, melainkan juga menjadi penyuplai pangan untuk luar daerah.
“Saat ini keinginan kita hal itu menjadi nilai poin lebih untuk Kalimantan Tengah. Di samping kita bisa memenuhi kebutuhan di wilayah provinsi sendiri, ke depannya kita juga diharapkan bisa menyuplai kebutuhan pangan ke luar Kalimantan Tengah. Harapannya seperti itu,” pungkasnya optimis. (Red)

Tinggalkan Balasan