LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Paguyuban Minang Saiyo Sakato Palangka Raya kembali menggelar kegiatan rutin pemotongan hewan kurban dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha. Prosesi penyembelihan ini berlangsung khidmat di Rumah Gadang Saiyo Sakato, Jalan Minang Raya, Adonis Samad, Kota Palangka Raya, pada Rabu (27/05/2026).

Ketua Paguyuban Minang Saiyo Sakato Palangka Raya, H. Andri Nur, mengungkapkan bahwa jumlah hewan kurban yang disembelih pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, tahun ini kami menyembelih tujuh ekor sapi dan satu ekor kambing. Jika dibanding tahun lalu yang berjumlah lima ekor, tahun ini ada peningkatan. Seluruh hewan kurban ini merupakan swadaya murni dari warga Paguyuban Minang yang dikumpulkan melalui pengurus,” ujar H. Andri Nur saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Terkait pendistribusian daging kurban, Andri menjelaskan bahwa prioritas utama penyaluran adalah untuk internal warga Minang yang berada di Palangka Raya. Namun, jika seluruh kebutuhan warga paguyuban telah terpenuhi, sisa daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat luas, khususnya warga yang tinggal di sekitar lingkungan Rumah Gadang.

Andri juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga yang telah memercayakan ibadah kurbannya melalui paguyuban.

“Kami berharap apa yang menjadi niat suci dari para dunsanak yang berkurban dikabulkan oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlimpah. Semoga ke depannya semakin banyak lagi warga kita yang ikut berkurban,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Paguyuban, Hari Mahardika, turut menyampaikan harapan senada. Menurutnya, momen Idul Adha ini bukan sekadar ibadah ritual, melainkan juga wadah untuk mempererat hubungan sosial.

“Semoga dengan momentum ini, kita bisa terus memupuk tali silaturahmi dan menjaga kekompakan, khususnya di antara sesama warga Minang. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat keharmonisan dan kekompakan antara warga Minang dengan warga lokal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah,” pungkas Hari. (red)