LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Momentum Idul Adha menjadi sarana nyata dalam memperkuat toleransi dan harmoni antarumat beragama di Kota Cantik. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palangka Raya mendapatkan kepercayaan dan bantuan hewan kurban dari Wali Kota Palangka Raya untuk disembelih dan dibagikan kepada seluruh elemen lintas agama.

Pelaksanaan penyembelihan ini digelar bersamaan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palangka Raya di Sekretariat MUI Kota Palangka Raya, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 4, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kamis (28/05/2026).

Ketua FKUB Kota Palangka Raya, KH. Muhammad Syahrun, S.Ag., mengungkapkan rasa syukurnya atas program perdana ini. Ia menegaskan bahwa bantuan kurban dari pemerintah daerah ini ditujukan untuk mempererat tali solidaritas dan kerukunan sesama warga kota.

“Tujuannya kita ingin menambah, mempererat kerukunan serta saling solidaritas yang tinggi sesama warga Kota Palangka Raya. Daging kurban ini kami bagikan kepada semua lintas agama yang ada di dalam FKUB; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha,” ujar KH. Muhammad Syahrun saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Kamis (28/05/2026).

Ia menjelaskan, terdapat dua ekor sapi yang disembelih di lokasi yang sama. Satu ekor sapi dengan bobot sekitar 95 kilogram merupakan kurban dari FKUB, sementara satu ekor lainnya dengan bobot sekitar 100 kilogram merupakan kurban dari MUI. Menariknya, pemotongan hewan kurban dilakukan langsung secara mandiri oleh ketua masing-masing lembaga, di mana KH. Muhammad Syahrun selaku Ketua FKUB memotong sapi FKUB, dan Ketua MUI memotong sapi milik MUI.

Secara total, kedua lembaga menyediakan 240 kupon resmi yang dibagi rata masing-masing 120 kupon untuk FKUB dan MUI. Kendati demikian, panitia mencatat hasil timbangan daging melebihi perkiraan awal. Sapi milik MUI saja berhasil menghasilkan sekitar 190-an bungkus daging.

Syahrun memastikan bahwa kelebihan daging tersebut akan didistribusikan secara luas kepada warga sekitar, termasuk masyarakat tanpa kupon yang melintas di sekitar sekretariat.

“Jadi tidak terkhusus kepada warga atau anggota atau pengurus saja, tapi kalau ada masyarakat yang datang dan sepanjang bisa kita fasilitasi, kita bagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Bendahara MUI Kota Palangka Raya ini memaparkan bahwa kesempatan berkurban bagi FKUB ini lahir dari komunikasi yang berjalan sangat baik dengan pemerintah kota. Ke depan, FKUB berkomitmen menjadikan aksi sosial ini sebagai program rutin yang tidak hanya terbatas pada hari besar umat Islam, melainkan juga pada perayaan hari besar keagamaan lainnya seperti Natal dan Tahun Baru.

Langkah ini dinilai krusial guna mempertahankan prestasi Kota Palangka Raya yang sempat masuk dalam daftar 10 besar kota dengan indeks kerukunan terbaik di luar Pulau Jawa.

“Tugas kami FKUB itu menjaga, mempertahankan, dan lebih mengharmoniskan lagi Kota Palangka Raya agar semakin keren,” pungkasnya.