LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Komunitas Sahabat Doa Firman Kebenaran dan Kehidupan (SDFKK) menggelar Ibadah On Site Anggota SDFKK Kota Palangka Raya di Gereja GKE Nazareth, Palangka Raya. Dalam kegiatan tersebut, pendiri SDFKK, Pdt. Fu Kwet Khiong, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pdt. Fu Kwet Khiong menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi udara di Palangka Raya. Ia baru kembali dari Flores, Nusa Tenggara Timur, setelah menyalurkan bantuan bagi korban gempa di wilayah tersebut.

Menurut dia, kabut asap memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Anak-anak, misalnya, harus mengikuti pembelajaran secara daring ketika kondisi udara tidak memungkinkan untuk beraktivitas seperti biasa.

“Dampak kabut asap ini sangat merugikan, mulai dari anak-anak yang harus belajar secara daring hingga melesunya aktivitas ekonomi warga,” ujar Fu Kwet Khiong saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia mengatakan masyarakat juga mengeluhkan gangguan pernapasan akibat kondisi udara yang buruk. Sebagian warga harus menggunakan masker ketika menjalankan aktivitas di luar rumah.

Pdt. Fu Kwet Khiong mengimbau seluruh pihak menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan yang berpotensi memperburuk kondisi kabut asap. Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kepentingan bersama.

Selain menyampaikan pesan sosial, ia mengajak masyarakat mendoakan agar hujan segera turun dan kebakaran hutan dan lahan dapat segera ditangani. Ia juga memberikan dukungan kepada petugas yang bekerja di lapangan.

“Kepada para petugas kemanusiaan dan pemadam kebakaran yang ada di garis depan, tetaplah kuat. Perjuangan Anda tidak mudah, namun masyarakat sangat membutuhkan dedikasi Anda,” tuturnya.

Tiga Pilar Pelayanan SDFKK

Dalam kesempatan itu, Fu Kwet Khiong menjelaskan SDFKK telah menjalankan pelayanan selama enam tahun. Komunitas tersebut memiliki tiga pilar utama, yakni sebagai pejuang kemanusiaan, misionaris digital, dan pelayan pemulihan keluarga.

Di Palangka Raya, SDFKK berkomitmen menjalankan pelayanan yang berorientasi pada pemulihan keluarga, penyebaran kabar baik, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Komunitas tersebut juga menjalankan sejumlah kegiatan rutin untuk memperkuat kehidupan spiritual anggotanya. Program itu antara lain Doa Fajar atau Ibadah Pagi setiap pukul 05.00 WIB, Family Healing Worship, serta doa syafaat.

Melalui kegiatan tersebut, anggota SDFKK tidak hanya didorong untuk memperkuat kehidupan rohani, tetapi juga berkontribusi dalam persoalan sosial dan kemanusiaan di lingkungan sekitar.

Bagi SDFKK, kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat menjadi bagian dari panggilan pelayanan. Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan doa dan dukungan bagi masyarakat serta petugas yang menghadapi dampak kabut asap di Palangka Raya. (ctr)