Palangka Raya – Keluarga besar marga Sitorus Boru/Bere/Ibebere se-Kota Palangka Raya menggelar Pesta Bona Taon Tahun 2026 sebagai wujud ungkapan syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan memasuki awal tahun yang baru. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Gedung Aula Bapenda Kalimantan Tengah, Jalan RTA Milono Km 5,5, Palangka Raya.
Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh ratusan anggota keluarga besar Sitorus dari berbagai wilayah di Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Pesta Bona Taon menjadi momentum penting bagi keluarga besar marga Sitorus untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan kekeluargaan Batak di tanah perantauan.

Mengusung tema “Berjalan dalam Kasih dan Hidup dalam Berkat Tuhan”, rangkaian ibadah dan perayaan Bona Taon dipimpin serta dihadiri oleh Pdt. Dr. Sahat P. Sirait, M.Th selaku parjamita. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh keluarga besar Sitorus untuk senantiasa hidup dalam kasih, menjaga persatuan, saling menguatkan, serta mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan sepanjang tahun 2026.
Selain ibadah, kegiatan Pesta Bona Taon juga diisi dengan berbagai rangkaian acara kekeluargaan, doa bersama, serta interaksi hangat antar generasi marga Sitorus Boru/Bere/Ibebere. Suasana acara berlangsung khidmat namun penuh sukacita, mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dan kebersamaan yang terjalin di antara seluruh peserta.
Ketua Pengurus Keluarga Besar Sitorus Boru/Bere/Ibebere se-Kota Palangka Raya, Sabam E. Sitorus, S.H., menyampaikan harapannya agar melalui perayaan Bona Taon ini, seluruh keluarga besar Sitorus semakin solid, diberkati dalam kehidupan pribadi maupun keluarga, serta mampu menjadi berkat bagi sesama dan masyarakat luas, khususnya di Kota Palangka Raya.
“Pesta Bona Taon ini bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan meneguhkan komitmen kita untuk hidup saling mengasihi dan mendukung satu sama lain,” ujarnya.
Di akhir rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula manortor sebagai bentuk doa dan pemberkatan bagi anak-anak, dengan harapan generasi penerus keluarga besar Sitorus Boru/Bere/Ibebere dapat bertumbuh dalam berkat Tuhan, memiliki karakter yang baik, serta menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan