LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Palangka Raya untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi yang dilaporkan kepada pemerintah pusat.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melalui Sekretaris Daerah Arbert Tombak, menegaskan bahwa inovasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Inovasi memegang peranan strategis dalam menggerakkan roda perekonomian, memperkuat daya saing daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, inovasi perlu ditanamkan sebagai bagian dari budaya kerja di seluruh perangkat daerah agar kinerja dapat ditingkatkan secara lebih efisien, baik dalam pemanfaatan sumber daya fisik maupun nonfisik,” ujar Arbert saat membacakan sambutan Wali Kota.

Ia menekankan bahwa semangat berinovasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan atau predikat tertentu, tetapi harus mampu menghadirkan solusi nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semangat berinovasi bukan sekadar mengejar predikat atau penghargaan, melainkan untuk menghadirkan terobosan nyata dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, menjawab kebutuhan masyarakat, dan mengatasi berbagai keterbatasan yang dihadapi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arbert juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan mutu inovasi daerah dengan memenuhi berbagai indikator kematangan inovasi, mulai dari regulasi pendukung, alokasi sumber daya, hingga sosialisasi dan aspek penunjang lainnya.

Menurutnya, komitmen terhadap indikator-indikator tersebut akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan nilai Indeks Inovasi Daerah Kota Palangka Raya.

Kegiatan strategis ini turut menghadirkan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, yang memberikan evaluasi sekaligus bimbingan teknis kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Usai kegiatan, Yusharto menjelaskan bahwa rakor dan bimtek tersebut bertujuan untuk kembali membangkitkan semangat inovasi di daerah, khususnya di Kota Palangka Raya, sehingga jumlah inovasi yang dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri dapat terus meningkat.

“Tujuannya adalah mencoba untuk menggairahkan agar daerah, terutama Kota Palangka Raya, bisa menambah jumlah inovasi yang sudah ada saat ini. Melalui rakor dan bimtek ini, kami berharap setiap OPD bisa meningkatkan partisipasi laporannya,” ungkap Yusharto.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Palangka Raya berharap setiap perangkat daerah semakin aktif menciptakan dan melaporkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah tingkat nasional. (Ctr)