PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng mendukung pelaksanaan Try Out Huma Betang bagi siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah sederajat di Kota Palangka Raya pada Kamis (27/08/2026), sebagai bagian dari persiapan menghadapi pendidikan lanjutan dan dunia kerja.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kalteng, Juliansyah, menilai pembelajaran di ruang kelas perlu diperkuat dengan latihan dan pembekalan tambahan.

Menurut dia, kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti Primagama Mandiri Utama dapat membantu siswa memperoleh pengalaman menghadapi pola seleksi dan evaluasi kemampuan di luar pembelajaran rutin sekolah.

“Kami dari Pemprov dan Dinas Pendidikan mendukung penuh kegiatan try out dan pembekalan seperti ini. Kita menyadari belajar di sekolah saja tidak cukup, sehingga perlu ada tambahan pembelajaran,” ujar Juliansyah.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital turut mengubah kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik. Karena itu, sekolah dan guru perlu beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Kami berulang kali menyampaikan kepada kepala sekolah dan para guru agar adaptif terhadap perubahan teknologi. Pembelajaran tidak bisa lagi sekadar konvensional,” katanya.

Juliansyah mendorong satuan pendidikan memanfaatkan berbagai perangkat pembelajaran digital untuk mendukung proses belajar siswa. Pemanfaatan teknologi tersebut juga dapat dilakukan melalui kerja sama dengan mitra pendidikan.

Menurut dia, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.

“Kita harus berbekal teknologi dan memanfaatkan perangkat pembelajaran digital yang juga didukung oleh mitra pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, panitia mencatat peserta Try Out Huma Betang berasal dari siswa SMA dan MAN sederajat di Kota Palangka Raya. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengukur kemampuan melalui simulasi dan evaluasi.

Juliansyah berharap siswa dapat mengikuti latihan secara berkala sehingga mengetahui kemampuan yang sudah dikuasai sekaligus materi yang masih perlu ditingkatkan.

“Harapan kita, anak-anak dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin setelah lulus nanti. Try out ini menjadi tolok ukur sejauh mana kesiapan mereka,” katanya.

Ia menilai hasil evaluasi akan lebih bermanfaat jika siswa menggunakannya sebagai bahan untuk memperbaiki pola belajar. Konsistensi belajar dan latihan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Jika mereka belajar dengan baik, rajin berlatih, dan mengevaluasi hasilnya, kami yakin anak-anak Kalimantan Tengah kelak akan menjadi orang-orang besar di masa depan,” pungkasnya.