Palangka Raya – Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya, Jayani, mewakili Wali Kota Palangka Raya membuka secara resmi Pelatihan Optimalisasi Konten Media Sosial yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palangka Raya. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Shafa Asrama Haji Palangka Raya, Rabu (10/12/2025) kemarin.

Dalam sambutannya, Jayani menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi agenda yang sangat strategis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Menurutnya, media sosial kini bukan hanya ruang berbagi informasi, tetapi telah menjadi ruang ekonomi yang membuka kesempatan usaha, memperluas jaringan, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Pelatihan ini memiliki dua makna besar. Pertama, untuk meningkatkan kapasitas mustahik yang sedang merintis atau mengembangkan usaha melalui promosi digital. Kedua, sebagai penguatan kompetensi relawan BAZNAS agar mampu menyampaikan narasi kebaikan dan pemberdayaan secara lebih efektif,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kemampuan membuat konten bukan hanya soal teknis visual, tetapi juga kemampuan membangun cerita, identitas brand, serta menjaga etika berkomunikasi. Konten yang baik, kata dia, harus jujur, relevan, menarik, dan bermanfaat.

“Kunci sukses pemasaran digital adalah konsistensi, kreativitas, dan kejujuran. Jika tiga hal ini dipegang, insyaAllah usaha yang dikelola akan berkembang dan kepercayaan publik semakin tumbuh,” tambahnya.

Jayani juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Palangka Raya yang terus konsisten mendorong pemberdayaan mustahik, tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas SDM agar semakin mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Palangka Raya, Jono, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti 33 peserta, terdiri dari mustahik program BMM, ZMart, Gerobak, serta peserta umum. Sasaran pelatihan ditujukan kepada mustahik level tumbuh yang memiliki usaha dan akun media sosial aktif, serta berpotensi dikembangkan melalui pendekatan digital.

Jono menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain mendorong efisiensi produk usaha, meningkatkan kemampuan digital peserta dalam pembuatan dan pengeditan konten, melatih public speaking melalui interaksi digital seperti live streaming, hingga membuka peluang penghasilan melalui afiliasi TikTok.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pelatihan offline selama dua hari dan mentoring online selama satu bulan penuh. Program ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pendampingan intensif hingga benar-benar mampu mempraktikkan keterampilan digital secara mandiri.

“Harapan kita setelah pelatihan, mustahik dapat naik kelas dari level tumbuh menuju level middle to low. Kami ingin mereka semakin mampu memasarkan produknya lewat digital, bahkan membuka peluang menjadi content creator, influencer, digital marketer, maupun freelancer di bidang desain grafis, video editing, copywriting, hingga affiliate marketing,” pungkas Jono. MC Kota Palangka Raya/Nitra