​MURUNG RAYA, Langkah Kalteng ID – Pemerintah Kecamatan Barito Tuhup Raya secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2026. Forum ini merupakan langkah krusial dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk usulan tahun anggaran 2027, dengan mengusung tema strategis:

“Penguatan Ekonomi Lokal Melalui Sumber Daya Produktif dan Pemerataan Infrastruktur Distribusi.”

​Pembukaan dan Komitmen Pembangunan
​Acara dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Murung Raya, Rahmat K. Tambunan. Dalam arahannya, beliau memaparkan kebijakan makro pembangunan daerah serta memberikan asistensi teknis terkait verifikasi usulan agar tepat sasaran secara administratif maupun substansi.


​Foto Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2026

Camat Barito Tuhup Raya, Sularno, S.Pd, M.Si selaku penyelenggara menekankan bahwa Musrenbang tahun ini harus menghasilkan skala prioritas yang tajam.

​”Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah krusial untuk memastikan aspirasi masyarakat Barito Tuhup Raya terakomodasi. Fokus utama kita adalah memperkuat ekonomi lokal dan memastikan distribusi barang maupun jasa tidak lagi terhambat kendala infrastruktur,” tegas Sularno.

​Ketidakhadiran Anggota DPRD Dapil 2 Jadi Sorotan
​Meskipun dihadiri oleh jajaran kepala OPD lintas sektoral, Danramil, serta Kapospol Barito Tuhup Raya, suasana diskusi sempat diwarnai kekecewaan. Dari 9 kursi perwakilan anggota DPRD Dapil 2 Kabupaten Murung Raya, tidak ada satupun yang hadir dalam forum tersebut.

​Ketidakhadiran para wakil rakyat ini sangat disayangkan oleh peserta dan panitia. Sebagai tokoh yang menjadi tumpuan harapan dalam mengawal aspirasi masyarakat di tingkat legislatif, absennya mereka dalam agenda sakral perencanaan daerah ini menjadi catatan tersendiri bagi warga Kecamatan Barito Tuhup Raya.

Foto Kepala Desa dan Ketua BPD Yang Hadir Sampaikan Usulan

​Aspirasi Desa : Jembatan Sungai Tuhup dan UMKM
​Partisipasi aktif ditunjukkan oleh seluruh Kepala Desa dan Ketua BPD. Beberapa poin utama yang mengemuka dalam diskusi antara lain :

​Pemberdayaan Ekonomi : Kepala Desa Batu Tojah, Pahriadi, mengusulkan penguatan sarana produksi pertanian dan UMKM yang didukung perbaikan akses jalan antar-desa.
​Infrastruktur Vital : Kepala Desa Dirung Sararong, Nopen Hartawan, mendesak percepatan pembangunan jalan lintas kecamatan dan Jembatan Sungai Tuhup.

“Jembatan Sungai Tuhup adalah penghubung vital. Kami berharap proyek ini menjadi prioritas dan terealisasi paling lambat tahun 2027,” ujar Nopen.

​Fokus Strategis 2027
​Berdasarkan hasil kesepakatan, pembangunan tahun 2027 di Barito Tuhup Raya akan menitikberatkan pada :
​Sumber Daya Produktif : Optimalisasi potensi alam dan SDM lokal demi kemandirian ekonomi.
​Infrastruktur Distribusi : Pemerataan pembangunan jalan dan jembatan untuk mempermudah akses pasar bagi produk unggulan desa.

​Dengan semangat Tira Tangka Balang, Musrenbang ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, menuju visi Murung Raya Hebat, Semakin Maju, Semakin Sejahtera. (red)