Palangka Raya, Langkah Kalteng – Direktur Perumdan Maruang Duwung Kabupaten Gunung Mas, Hendra Toendan, ST Hadiri Workshop Bidang Air Minum dan Sanitasi Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) bertempat di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (5/11/25).
Pada kesempatan tersebut, Direktur Perumdan Maruang Duwung Kabupaten Gunung Mas, Hendra Toendan mengatakan pengelolaan air minum itu bukan di Dinas, akan tetapi pengelolaannya melalui PDAM Kabupaten/Kota.
“Tapi dalam pengelolaan tersebut belum secara maksimal, kita melihat bahwa perlunya adanya perbaikan manajemen di PDAM di Kabupaten/Kota, agar memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat, ” ucapnya.
Menurutnya, Dalam memenuhi tata kelola yang baik, perlu adanya satu evaluasi terhadap operasional dari PDAM itu sendiri di tingkat Kabupaten/Kota, agar nantinya PDAM ini justru bisa memberikan kontribusi positif baik bagi penerima maupun bagi daerah.
“Karena badan usaha milik daerah harusnya dia bisa menghasil minimal untuk operasional sendiri, Sehingga dana penyertaan modal dari kabupaten diharapkan semakin kecil terhadap perusahaan, ” jelas Hendra Toendan.

Foto Bersama Workshop Bidang Air Minum dan Sanitasi Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025
Hendra Toendan menyebutkan meskipun pengelolaan air minum itu bukan di Dinas, Akan tetapi aset tetap dari Pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Aset itu adalah biasanya pembuatan instalasi air bersih, membuat yang reservoir-reservoir, itu tetap dilakukan oleh pemerintah.
“Oleh sebab itu, diharap perusahaan milik daerah harus memberikan kontribusi bagi daerah maupun bagi usahanya sendiri, ” sebut Direktur Perumdan Maruang Duwung Kabupaten Gunung Mas tersebut.
Direktur Perumdan Maruang Duwung Kabupaten Gunung Mas tersebut juga mengharapkan PDAM agar adanya peningkatan pelayanan kepada masyarakat semakin baik, Karena sebetulnya perusahaan daerah itu punya peluang untuk melakukan sinergitas, berkolaborasi dengan pihak swasta.
“Sehingga perusahaan daerah bisa lebih profesional, jadi tidak berdiri sendiri, misalnya ada kegiatan pengembangan sumber daya alam, BUMD bisa berkontribusi, tapi tidak langsung BUMD turun, tapi dia berkolaborasi dengan perusahaan yang memang sudah ada kerjasamanya, ” ungkap Hendra Toendan.
Lebih lanjut, Ia menuturkan dalam pengelolaan Air Minum dan Sanitasi ini sangat di perlukan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi, maupun dari Pusat, Karena memang keterbatasan anggaran dari Kabupaten, makanya kami sudah beberapa kali mengusulkan baik itu dari provinsi dan pusat.
“Karena memang dari segi pengolahan dan distribusi kami masih terbatas, masih perlu ada perbaikan dan permajaan terutama jaringan perpipaan, Karena perpipaan ini masih menggunakan pipa sebagian masih peninggalan kabupaten kapuas, ” tutur Hendra Toendan Direktur Perumdan Maruang Duwung Kabupaten Gunung Mas tersebut.
Sumber : ctr / tn-t7

Tinggalkan Balasan