Palangka Raya, Langkah Kalteng – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Verifikasi Faktual (Wawancara) Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia Dengan Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, di Aula Eka Hapakat (AEH), Lt. III Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (24/11/25).
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melalui sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansyah menyampaikan Baznas merupakan lembaga strategis dalam upaya meningkatkan kejahteraan umat dan menanggulangi kemiskinan.
“Oleh karena itu, kita menaruh harapan besar agar melalui proses seleksi ini, terpilih pimpinan yang mampu, yang berkompeten, profesional, berintegritas, serta mampu menjawab segala tantangan zaman dalam tata kelola zakat yang modern dan akutabel, ” ucaonya.
Menurut, Darliansyah peran Baznas sangat penting dalam memberdayakan masyarakat dan mewujudkan keadaan sosial melalui pengelolaan zakat sedekat, karena zakat bukan semata kewajiban ritual, tetapi instrumen strategis untuk mewujudkan kesejahteraan umat.
“Serta mengetasi kemiskinan dan menghadirkan keadaan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat Kalimantan Tengah, ” jelas Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik tersebut.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik tersebut menyebutkan proses seleksi pimpinan Baznas dilaksanakan menjujung tinggi proses prinsip transparansi, akutabilitas, objektivitas, dan berbasis kepentingan.
“Sehingga melalui proses ini, kita berupaya menemukan figur pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas dan keahlian, tetapi juga instabilitas moral, etika yang kuat, serta komitmen tinggi terhadap amanah pengelolaan zakat, ” sebut Darliansyah.
Dikatakannya, Pemimpin terpilih diharapkan nantinya memiliki pemahaman dan pikiran zakat yang mendalam, kemampuan manajereal modern, serta menguasai transportasi digital untuk memperkuat efektivitas penghimpunan dan penyeluruhan zakat.
“Kemudian pimpinan juga harus mampu meneguhkan kembali posisi Baznas sebagai lembaga pemerintah non-sekular yang profesional, kepercaya, dan kredibel di mata publik, dan juga diharapkan mampu mengelola sumber-sumber, berzakat dari berbagai sektor, baik ASN, perusahaan, maupun masyarakat luas, ” kata Staf Ahli Gubernur tersebut.
Lebih Lanjut, Ia mengajak seluruh pihak, termasuk para donator, relawan, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perlawan zakat dan program-program pemerintah BASNAS.
“Kami berharap ke depan pimpinan Baznas yang terpilih, harus mampu berkolaborasi dengan Pemperov. Kalteng, Pemerintah Kabupaten/Kota Di Kalteng, Pemerintah Pusat, dan mampu membangun kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan yakni perusahaan-perusahaan, lembaga atau organisasi masyarakat Islam, dan masjid-masjid, ” ungkap Darliansyah Staf Ahli Gubernur tersebut.
Sumber : ctr / tn-t7

Tinggalkan Balasan