Palangka Raya, Langkah Kalteng ID – Universitas Palangka Raya (Unpar) Menggelar Konferensi Internasional Ke-2 tentang Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam (ICENRM) 2025, bertempat di Ruang PPIG Universitas Palangka Raya, Sabtu (13/12/25).
ICENRM tahun 2025 dengan Sub-Topik ada 6 topik yakni 1. Perencanaan Kota (Perencanaan dan pengembangan kota berkelanjutan. Teknologi kota pintar untuk pemantauan lingkungan dan energi terbarukan), 2. Konservasi Keanekaragaman Hayati (habitat satwa liar, bioprospeksi, farmakognosi, dan bioteknologi), 3. Pertanian, akuakultur, agroforestri dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, 4. Iklim: Manajemen sumber daya air, ketahanan iklim dan adaptasi, 5. Pendidikan 5.0: Kurikulum, Pendidikan Inklusif dan Linguistik (kearifan lokal dan hambatan bahasa dengan pendatang baru), dan 6. Kedokteran, kesehatan masyarakat.
Kepada awak media, Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Sc selaku Direktur Studi Pascasarjana Universitas Palangkaraya mengatakan kegiatan ini merupakan internasional conference yang ke-2, dimana dalam waktu singkat kita bisa mengumpulkan 105 kertas karya yang akan dikomunikasikan.
“Dimana dalam kegiatan ini kami juga mengundang pembicara dari Jepang, Inggris, Vietnam, Semarang, dan Universitas Palangkaraya selaku tuan rumah untuk mengisi kegiatan tersebut, ” ucapnya.

Foto Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Sc Direktur Studi Pascasarjana Universitas Palangkaraya Didampingi Ketua Panitia Dr. Misrita Kalang, S.S., M. Hum.
I Nyoman Sudyana juga menegaskan bahwa kegiatan ini sungguh luar biasa dan yang hadir juga luar biasa inilah salah satu dari bentuk persembahan kami atau servis kami kepada mahasiswa kita pasca sarjana.
“Karena kita sudah melaksanakan yang pertama, kemudian yang kedua, dan mungkin yang ketiga itu akan kita laksanakan di tahun depan, mudah-mudahan dengan cara seperti ini kita bisa mensosialisasikan apa-apa yang dikerjakan dalam pascaserja palangkaraya untuk lingkungan kita, ” tegas Direktur Studi Pascasarjana Universitas Palangkaraya tersebut.
Direktur Studi Pascasarjana Universitas Palangkaraya tersebut juga menuturkan bahwa sekarang kementerian sentek dan riset mengatakan bahwa harus berdampak kepada masyarakat, Oleh sebab itu kita melakukan kegiatan-kegiatan itu supaya bagaimana hasil yang kita dapatkan itu bisa dinikmati oleh masyarakat, terutama bidang keilmuan yang kita masing-masing.
“Dimana kegiatan ini kita kita tetap menggunakan bagaimana pengelolaan lingkungan, kemudian terus juga sumber-sumber daya alam, supaya digunakan, dimanfaatkan, se-efisien mungkin, ” tutur I Nyoman Sudyana.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa contoh yang akan saya sampaikan ini bagaimana kita memanfaatkan taberau tumbuh-tumbuhan di sekitar rawa yang kita gunakan sebagai biocam supaya bisa menyaring air gambut sehingga bisa dinikmati, untuk diminum.

Foto Konferensi Internasional Ke-2 tentang Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam (ICENRM) 2025, bertempat di Ruang PPIG Universitas Palangka Raya
“Dan itu lah salah satu pengolahan yang kita lakukan dan akan kita tampilkan pada kegiatan ini, mudah-mudahan ke depan kita bisa cari tempat yang lain, ” jelas Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Sc selaku Direktur Studi Pascasarjana Universitas Palangkaraya tersebut.
Sementara, Ketua Panitia Dr. Misrita Kalang, S.S., M. Hum., menyampaikan untuk yang kedua di tahun 2025 ini peserta yang mendaftar itu 105 peserta dari seluruh Indonesia dan juga dari Kalimantan Tengah.
“Bahkan hari ini juga yang dari Universitas Negeri Semarang hadir langsung ke sini walaupun kami menyediakan hybrid online bagi mereka yang di luar kota dan yang universitas lainnya, ” bebernya.
Dikatakan, Misrita Kalang Karena ini adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Palangkaraya dalam rangka memfasilitasi agar mahasiswa mudah untuk mendapatkan seminar internasional.
“Kegiatan ini semuanya gratis, tidak ada biaya dan ini sungguh luar biasa Direktur Studi Pascasarjana Universitas Palangkaraya sangat mendukung dan memperjuangkan ini sehingga mahasiswa bisa menikmati dan orang di luar Universitas Palangkaraya bisa menikmati secara gratis dan kegiatan ini hanya 1 hari, ” katanya.
Sumber : ctr / tn-t7

Tinggalkan Balasan