LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menggelar prosesi Wisuda Gelombang I Tahun 2026 di Kampus 2 UMPR pada Kamis (23/4). Dalam momen bersejarah tersebut, Rektor UMPR, Dr. H. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., menyampaikan laporan perkembangan signifikan kampus yang kini telah memiliki 11.600 mahasiswa aktif yang tersebar di 15 fakultas dan 42 program studi.

Pada wisuda tahap pertama ini, sebanyak 723 lulusan dikukuhkan. Rektor menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026, UMPR menargetkan akan mewisuda total 2.100 mahasiswa melalui tiga gelombang prosesi.

Salah satu poin penting dalam laporan Rektor adalah kepercayaan besar yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada UMPR.

“Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur menugaskan UMPR untuk membekali 2.000 putra-putri Kalteng lulusan SMA/SMK hingga Diploma untuk mendapatkan kompetensi khusus di bidang pertanian melalui kuliah satu tahun yang didominasi praktik lapangan,” ujar Dr. Muhamad Yusuf di hadapan Wakil Gubernur dan tamu undangan lainnya.

Tak hanya itu, merespons kebutuhan daerah, UMPR berencana menambah program studi baru di bidang pertambangan dan perkebunan guna mendukung optimalisasi potensi lokal Kalimantan Tengah.

Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilakukan groundbreaking pembangunan gedung “UMPR Hall” berlantai empat. Gedung ini diproyeksikan menjadi aula ikonik di Palangkaraya karena dirancang tanpa tiang penyangga di bagian tengah dengan kapasitas mencapai 7.000 orang.
Menariknya, gedung ini dirancang sepenuhnya oleh tenaga ahli dari Fakultas Teknik UMPR.

“Anggaran pembangunan ini murni bersumber dari pengelolaan dana mahasiswa dan sumbangan para lulusan. Ini adalah sumbangsih nyata dari kita untuk kita,” tegas Rektor.

Menanggapi pelaksanaan wisuda yang digelar di area terbuka di bawah terik matahari, Rektor memberikan penjelasan filosofis. Menurutnya, hal ini sengaja dilakukan sebagai bagian dari penguatan mental lulusan agar siap beradaptasi dengan realitas dunia kerja.

“Dunia luar itu dinamis, kadang ‘panas’ seperti saat ini. Kami ingin mahasiswa terbiasa mengimbangi teori dan empirikal di lapangan agar siap melayani masyarakat dalam kondisi apa pun,” pungkasnya. (Ctr)