BARITO UTARA – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Ahmad Ansyari Amrullah (6), anak laki-laki yang dilaporkan tenggelam di Sungai Barito, Desa Pepas, Kabupaten Barito Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari ketiga, Kamis (14/5/2026).
Penemuan ini sekaligus menandai berakhirnya operasi SAR yang telah berlangsung sejak Selasa lalu. Sebelumnya, Ahmad Ansyari dilaporkan terjatuh dari pelabuhan Desa Pepas pada Selasa (12/5) siang. Saksi mata sempat berusaha menolong, namun derasnya arus sungai membuat korban cepat hilang dari pandangan.
Berdasarkan keterangan dari Antonius koordinator lapangan Basarnas Palangka Raya mengatakan bahwa titik penemuan korban berada cukup jauh dari lokasi awal jatuhnya korban.
Pada Kamis (14/05) pukul 14.40 WIB, Tim SAR Gabungan menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya penemuan jenazah di Desa Marawan Baru, Kabupaten Barito Selatan. Tim segera bergerak melalui jalur air dan mencapai lokasi pada pukul 15.40 WIB.
“Jenazah terkonfirmasi sebagai korban yang kita cari. Korban ditemukan pada sekitar 52 km dari titik awal kejadian di Desa Pepas. Selanjutnya korban kami evakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.” ungkap Anton.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA. Ketut Alit Supartana menyatakan bahwa dengan ditemukannya korban, maka Operasi SAR kondisi membahayakan manusia (KMM) ini resmi ditutup.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian ini,” ucap Alit.
Keberhasilan pencarian ini merupakan hasil sinergi dari berbagai pihak, di antaranya: Tim Rescue Basarnas Palangka Raya, Pol Air Polres Barito Utara, Polsek Montallat, BPBD & Dinsos Barito Utara, Damkar, Keluarga Korban serta Masyarakat Setempat.

Tinggalkan Balasan