LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palangka Raya bersama Pemerintah Kota Palangka Raya menunjukkan sinergi kuat dalam aksi kepedulian sosial melalui agenda tahunan Gema 10 Muharram 1448 H.

Kegiatan bertajuk “Lebaran Anak Yatim dan Lansia” ini dilaksanakan di Pendopo Baitul Quran NU, Jl. Dr. Murjani, Kota Palangka Raya, Jumat (26/06/2026).

Selain memperingati hari asyura, momentum penuh berkah ini terasa semakin spesial karena dirangkai dengan peringatan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya sekaligus Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya. Acara ini turut diisi dengan tradisi pembagian bubur Asyura serta tausiah keagamaan oleh Syuriyah PCNU yang juga Ketua MUI Kota Palangka Raya, Guru K.H. Zainal Arifin.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Palangka Raya, H.M Syahrun, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi turun-temurun yang terus dijaga oleh Nahdlatul Ulama sebagai bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Agenda 10 Muharram ini merupakan agenda rutin dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama. Ini adalah bentuk kepedulian kita kepada masyarakat yang memang memerlukan,” ujar Syahrun saat diwawancarai usai kegiatan.

Syahrun menambahkan, sebagai generasi penerus, PCNU berkomitmen untuk terus memfasilitasi kaum dhuafa dan anak-anak yatim agar dapat merasakan kebahagiaan di hari yang mulia ini. Dalam menyukseskan gerakan ini, PCNU menggandeng berbagai elemen.

“Kami menggandeng semua para agnia (dermawan), umara (pemerintah), dan siapa saja yang mau berdonasi untuk anak yatim,” imbuhnya.

Berbeda dengan santunan pada umumnya, Syahrun menegaskan bahwa target utama dari santunan kali ini adalah anak-anak yatim dan lansia yang tidak menetap di dalam panti asuhan (non-panti). Secara total, ada sekitar 515 penerima manfaat yang tersebar di beberapa titik.

“Ini semuanya di luar panti. Tadi pagi kami di Panti Seberang ada 100. Sekarang yang sisanya 400 ini di sini, daerah Murjani sekitarnya dan Pahandut. Mereka yang tidak terkover di panti, kita ayomi,” tegas Syahrun.

Aksi sosial ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Palangka Raya. Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, yang hadir mewakili Wali Kota, mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar peringatan 10 Muharram atau “Suro-an” ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan semata.

“Intinya adalah kita berharap mudah-mudahan peringatan hari ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi bagaimana kita membangkitkan semangat kita bersama untuk peduli, untuk lebih mengedepankan kegiatan yang bersifat sosial,” tutur Zaini.

Zaini juga mengingatkan tentang besarnya pahala menyantuni anak yatim sebagaimana dijanjikan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Ia berharap gerakan peduli sesama seperti ini bisa terus dihidupkan secara konsisten di hari-hari biasa tanpa harus menunggu bulan Muharram tiba.

“Hari ini adalah hari istimewa, hari 10 Muharram, di mana kita biasanya menyebutnya adalah Lebaran bagi anak-anak yatim. Namun, berkegiatan sosial itu tidak hanya momen menunggu Muharram saja, tetapi di hari-hari yang lain tetap kita laksanakan,” tambahnya.

Menutup rangkaian acara, seiring dengan hari jadi Kota Palangka Raya yang ke-69 dan Pemkot ke-61, Achmad Zaini mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk memanjatkan doa bersama demi kemajuan dan kesejahteraan daerah.

“Sekaligus dirangkai kita minta doa bersama dari seluruh masyarakat untuk kemajuan Kota Palangka Raya, agar para pemimpin Kota Palangka Raya senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam rangka menyejahterakan dan memajukan kota,” pungkas Wakil Wali Kota.

Pemerintah Kota Palangka Raya berharap sinergisitas yang baik antara pemerintah daerah dengan lembaga keagamaan dan sosial seperti PCNU dapat terus terjalin erat demi mewujudkan pembangunan kota yang harmonis dan merata. (red)