LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pembina Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Yansen A. Binti, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Turnamen Mini Soccer FKPPI Cup Kalteng 2026. Kompetisi perdana tersebut resmi ditutup di Lapangan Kamil Minisoccer, Jalan Tilung, Kota Palangka Raya, Kamis (09/07/2026) malam.
Saat diwawancarai di sela-sela kegiatan, Yansen menyatakan kebanggaannya terhadap inisiatif FKPPI Kalteng yang mampu mengumpulkan generasi muda melalui kegiatan positif. Menurutnya, olahraga merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk menyehatkan fisik dan mental generasi penerus bangsa.
“Saya sebagai yang dituakan di organisasi putra-putri TNI-Polri ini menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi buat FKPPI yang telah melaksanakan turnamen ini. Kegiatan ini sangat positif dalam rangka menyehatkan kehidupan generasi muda kita,” ujar Yansen.
Lebih lanjut, Yansen menekankan bahwa turnamen seperti ini memiliki dampak yang sangat krusial dalam membentengi para pemuda dari ancaman barang haram, terutama di tengah gencar dan masifnya upaya pencegahan peredaran narkoba saat ini.
“Kegiatan ini mempunyai dampak yang sangat bagus. Di saat kita gencar-gencarnya mengantisipasi peredaran narkoba, olahraga menjadi salah satu penghambat agar anak-anak kita tidak menular atau menjadi pecandu. Ini suatu hal yang sangat baik,” tegasnya.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, Pembina FKPPI Kalteng ini juga menaruh harapan agar organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan lainnya di Kalimantan Tengah turut terpacu untuk menggelar kegiatan serupa.
Ia juga meminta agar FKPPI Kalteng tidak berhenti pada gelaran perdana ini saja, melainkan menjadikannya sebagai program tahunan yang dilaksanakan secara konsisten.
“Kita berharap kepada organisasi-organisasi lain agar juga menggelar turnamen olahraga apa pun untuk menghimpun generasi muda agar hidup sehat dan jauh dari kegiatan yang tidak bermanfaat. Untuk FKPPI sendiri, harapan saya kegiatan ini harus berlanjut secara continue, kalau tidak bisa setahun dua kali, minimal setahun sekali dan menjadi agenda tetap,” pungkas Yansen. (ctr)

Tinggalkan Balasan