Palangka Raya, Langkah Kalteng ID – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering, mengatakan kesiapan menghadapi karhutla tidak cukup hanya mengandalkan personel serta peralatan.

“Akan tetapi dari segi anggaran juga harus mendukung sehingga seluruh kebutuhan operasional dapat langsung dipenuhi ketika terjadi kondisi darurat, “ ucapnya Kamis (30/7/26)

Yohanes Freddy Ering menjelaskan bahwa pengalaman selama ini menunjukkan karhutla di Kalimantan Tengah dapat meluas dengan cepat apabila respons penanganan terlambat.

“Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki perencanaan anggaran yang matang sehingga mobilisasi personel, penyediaan peralatan pemadam, distribusi logistik, hingga operasional tim di lapangan dapat berjalan tanpa hambatan, “ jelas Anggota Komisi I DPRD Kalteng tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng tersebut juga menegaskan bahwa perencanaan anggaran harus benar-benar dipersiapkan sejak awal. Jangan sampai saat keadaan darurat terjadi, kebutuhan di lapangan justru terkendala karena dana belum tersedia, “ ungkap Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan meski pemerintah sedang melakukan efisiensi, anggaran penanggulangan karhutla jangan sampai dikurangi. Saat bencana terjadi, kebutuhan pendanaan harus sudah siap agar penanganan tidak terlambat.

“Karena penyediaan anggaran sejak dini merupakan investasi untuk mencegah kerugian yang lebih besar, karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memicu kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas ekonomi, transportasi, hingga proses belajar mengajar, “ tegas Yohanes Freddy Ering.

Dikemukakannya, bahwa dewan terus mendorong pemerintah memanfaatkan mekanisme pergeseran anggaran apabila dana yang tersedia dalam APBD murni tidak lagi mencukupi, Karena langkah tersebut lebih efektif dibanding harus menunggu pembahasan APBD Perubahan pada September hingga Oktober.

“Jika situasinya sudah mendesak, pemerintah dapat mengusulkan anggaran mendahului perubahan agar proses penanganan kebakaran tidak terhambat persoalan administrasi,” beber Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa fleksibilitas dalam penganggaran sangat diperlukan agar pemerintah dapat bergerak cepat menghadapi kondisi darurat, sehingga upaya pengendalian karhutla bisa dilakukan secara optimal dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan, “ tambah Yohanes Freddy Ering Anggota Komisi I DPRD Kalteng tersebut.