Palangka Raya, Langkah Kalteng ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) Tomy Irawan mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepada media, Jum’at (31/7/2026) ia berharap pihak eksekutif bisa memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 70 miliar yang telah disiapkan Pemprov Kalteng segera dioptimalkan, guna mendukung penanganan sejak dini agar kebakaran tidak semakin meluas.
“Karena keberadaan anggaran BTT memang diperuntukkan bagi kondisi darurat, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun menjadi ancaman di Kalimantan Tengah, “ ucapnya.
Tomy Irawan juga menyebutkan bahwa anggaran dimaksud pastinya bisa untuk BTT kalau tidak salah tahun ini ada anggaran sekitar Rp 70 miliar. Itu pasti bisa digunakan, karena ini kan bencana alam juga termasuknya, dan persiapan ke sana pasti sudah dipersiapkan dari pihak-pihak yang berwenang.
‘Oleh sebab itu, anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung seluruh kebutuhan penanganan di lapangan. Tidak hanya untuk operasi pemadaman api, tetapi juga penyediaan logistik bagi petugas, dukungan operasional, perlengkapan pemadaman, hingga penanganan dampak kabut asap terhadap masyarakat, “ sebut Anggota DPRD Kalteng tersebut.
Anggota DPRD Kalteng tersebut menegaskan bahwa ketepatan dan kecepatan dalam penggunaan anggaran menjadi faktor penting agar setiap titik api yang mulai bermunculan dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran dalam skala yang lebih besar.
‘Apabila terjadi keterlambatan penanganan hanya akan memperluas area terdampak dan meningkatkan biaya penanggulangannya, “ tegas Politisi partai PAN tersebut.
Politisi partai PAN tersebut menuturkan terkait kondusi dan perubahan kondisi kualitas udara yang terjadi dalam waktu singkat, yang memburuk tentu akibat meningkatnya aktivitas kebakaran di sejumlah kawasan Kalteng.
“Penanganan pada fase awal merupakan langkah paling efektif untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan maupun lahan lainnya, “ beber Tomy Irawan.
Dikemukakannya, Dalam penanganan Karhutla ini seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah harus segera digerakkan ketika muncul titik-titik kebakaran yang berpotensi membesar.
“Apabila kondisi di lapangan menyulitkan petugas menjangkau lokasi kebakaran melalui jalur darat, maka penggunaan sarana pemadaman udara harus segera dipertimbangkan, water bombing itu pasti harus segera dilakukan,” ungkap Politisi partai PAN tersebut.
Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa DPRD Prov. Kalteng mendorong agar koordinasi lintas sektor terus diperkuat, melibatkan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, relawan, hingga perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran.
“Karena sinergitas di seluruh instansi dan pihak dinilai menjadi kunci agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif. Paling penting bagaimana keselamatan masyarakat, menjaga kualitas udara tetap baik, serta mencegah karhutla meluas ke wilayah lain,” tutup Tomy Irawan Anggota DPRD Kalteng tersebut. (red/ist).

Tinggalkan Balasan