LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali menggelar kegiatan seminar ilmiah internasional sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat iklim akademis dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perguruan tinggi di salah satu hotel di Kota Palangka Raya, Rabu (14/10/2026).
Waki Rektor Bidang Akedemik UPR, Dr. Natalina Asi, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ilmiah ini merupakan bagian integral dari kehidupan akademik. Melalui kolaborasi dengan berbagai universitas internasional, diharapkan tercipta wadah untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan guna meningkatkan kapasitas akademisi maupun mahasiswa.
“Perhitungan kita, kalau dosen berkualitas, lembaga pasti akan berkualitas. Selain itu, sesuai target pemerintah, kegiatan universitas harus bisa memberikan dampak nyata. Seminar ini tidak berhenti di sini, tetapi mendorong kajian lebih dalam yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dr. Natalina Asi, M.A.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FKIP, Dr. Rinto Alexandro, S.E., M.M., menegaskan pentingnya perguruan tinggi untuk bersinergi dengan kampus dalam dan luar negeri. Menurutnya, akademisi harus mampu menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Tuntutan sekarang adalah bagaimana kehadiran perguruan tinggi bisa berdampak secara nasional maupun internasional. Kita mencoba bersinergi untuk memberi solusi atas tantangan yang ada, seperti isu kebakaran yang saat ini tengah kita hadapi bersama,” ungkap Dr. Rinto Alexandro, S.E., M.M.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Akhmad Fauzan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seminar ini menghadirkan pembicara utama dari Australia, Filipina, dan Turki. Selain itu, sejumlah peneliti dan dosen dari berbagai kampus di Indonesia—seperti Universitas Palangka Raya, Universitas Jambi, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Tanjungpura—turut hadir sebagai invited speakers.
“Total terdapat sekitar 108 presenter yang berpartisipasi. Sebanyak 54 peserta mempresentasikan kajiannya secara langsung di lokasi (onsite), dan 54 peserta lainnya mengikuti secara online. Para peserta nantinya akan terbagi dalam ruang-ruang diskusi paralel,” jelas Dr. Akhmad Fauzan, S.Pd., M.Pd.

Tinggalkan Balasan