Palangka Raya, Langkah Kalteng ID – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Palangka Raya Menggelar Sosialisasi Kota Toleran, yang diselenggarakan di Betang Hapakat, Jalan RTA. Milono Kota Palangka Raya, Senin (8/12/25).
Dalam Sosialisasi tersebut di hadiri oleh Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Palangka Raya, Prof. Andrie Elia Embang, SE.,M. Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya, Boy Yepthanius, S.E., M.M, serta Narasumber dari Polda Kalteng Cak Sam, dan Yulindra Dedy, S.STP., M.Si, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepada awak media, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Palangka Raya, Prof. Andrie Elia Embang mengatakan kegiatan hari ini merupakan rangkaian kegiatan dari Rencana Kerja Forum Pembawaan Kebangsaan Kota Pelangkaraya.
“Dimana Forum Pembauran Kebangsaan Kota Palangka Raya mensosialisasikan bagaimana kita menuju kota pelangkaraya yang toleran dan kiat-kiatnya seperti apa yang akan kita lakukan, ” ucapnya.

Foto FPK Kota Palangka Raya Gelar Sosialisasi Kota Toleren di Betang Hapakat
Andrie Elia Embang menyebutkan dalam kegiatan ini kami menghadirkan yang kami anggap ahli dibidangnya dalam berbagai bidang seperti di bidang antropologi, di bidang hukum yakni hukum positif, hukum negara dan hukum adat.
“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap para generasi muda kota Pelangkaraya dapat memahami agar mereka patuh kepada hukum agama, hukum adat, dan hukum negara, Sehingga tercapailah menjadi cita-cita kita menjadi kota Pelangkaraya yang toleran, bermertabat, dan sejahtera, ” sebut Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Palangka Raya tersebut.
Sementara, Kepala Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya, Boy Yepthanius, S.E., M.M menyampaikan Kota Pelangkaraya termasuk salah satu kota yang majemuk perbedaan suku, agama, dan wilayah menjadi salah satu pemicu potensi konflik sosial.
“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi Forum Pembauran Kebangsaan Kota Palangka Raya yang melaksanakan sosialisasi Kota Toleren kepada masyarakat, khususnya generasi muda, ” tuturnya.
Boy Yepthanius menjelaskan masyarakat yang toleran adalah masyarakat yang saling menghargai dan menghormati adanya perbedaan, perbedaan pandangan, perbedaan pilihan politik, perbedaan suku, dan agama.

Foto Bersama
“Toleran adalah sekedar pelengkap dalam perencanaan pembangunan, tetapi merupakan fondasi moral dan strategis dalam membangun sebuah kota atau negara, ” jelas Kepala Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya tersebut.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Palangka Raya tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk membangun secara kolaborasi dan gotong-royong dalam rangka menjaga kemenangan untuk menjadikan Kota Pelangraya menjadi kota dan semakin keren.
“Berdasarkan survei setara institut bahwa Kota Pelangraya menempati posisi peringkat ke-10 Kota Toleran di luar Pulau Jawa, ” beber Boy Yepthanius.
Kemudian, hadir dalam sosialisasi tersebut, Cak Sam sebagai narasumber dari Polda Kalteng berpesan jadikan perbedaan itu sebagai perkuat persatuan dan kesatuan bangsa, yakin dan percaya bahwa toleransi dan damai itu indah, ” ungkapnya.
Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para peserta dan generasi muda memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang Toleren dan kerukunan serta dapat menggali aspirasi atau informasi, sehingga bisa dicapai kerukunan antar umat beragama.
Sumber : ctr / tn-t7

Tinggalkan Balasan