Palangka Raya, Langkah Kalteng ID – Koperasi Produsen Tinggang Permata Asih di bawah Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Provinsi Kalimantan Tengah Gelar Sosialisasi dan Pertunjukan Goyang Borneo, dalam rangka lokakarya peran perempuan Dayak dalam melestarikan bahasa daerah dan penggerak ekonomi kreatif keluarga khususnya kelompok peternak, bertempat di GOR di Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (11/12/25)

Sosialisasi dan Pertunjukan Goyang Borneo yang dihadiri oleh perempuan LPDP (lembaga perempuan dayak provinsi, kabupaten, kota, dan perempuan-perempuan dari gereja-gereja).

Kegiatan tersebut bertujuan dalam rangka menjalankan program kerja dari Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan oleh koperasi produsen tingang permata asih untuk memperkenalkan atau mensosialisasi suatu ikon daripada lembaga perempuan dayak dan melestarikan budaya dayak.

Ketua Koperasi Tingang Permata Asih, Leni Simon yang sekaligus menjadi pendamping kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan yang di laksanakan oleh Koperasi Tingang Permata Asih ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik lapangan yang langsung bersama para praktisi yang berpengalaman di lapangan.

“Karena peserta bukan hanya mendengar teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan langsung dilapangan untuk memperkenalkan kegiatan kepada masyarakat dayak, karena memang masyarakat dayak berternak itu secara tradisional dan turun-temurun, ” ungkapnya.

Leni Simon menegaskan kegiatan sosialisasi ini juga sekaligus mengaktifkan kelompok usaha produktif lembaga perempuan, yakni kelompok usaha berternak seperti kelompok itik, kelompok babi, kelompok ayam serta kelompok kerajinan purun.

“Jadi kelompok-kelompok ini yang sebenarnya sasaran utama selain kepada perempuan-perempuan gereja, lembaga-lembaga perempuan dayak, ” tegas Ketua Koperasi Tingang Permata Asih tersebut.

Melalui program ini, koperasi berharap para peternak di kabupaten pulang pisau ini mampu mengembangkan usahanya lebih baik, mengatasi kendala teknis yang selama ini menjadi hambatan, dan akhirnya memperbaiki ekonomi rumah tangga.

“Kami ingin mereka bukan hanya memelihara, tetapi juga bisa meningkatkan produksi dan pendapatan keluarga mereka, sehingga itulah tujuan utama koperasi ini hadir, ” beber Leni Simon Ketua Koperasi Tingang Permata Asih tersebut.

Sebagai informasi, Salah satu fokus utama koperasi adalah meningkatkan kapasitas peternak babi dan khususnya di wilayah Garong dan Mimpin, di mana masyarakat banyak menggantungkan ekonomi pada beternak babi secara tradisional.

 

Sumber : ctr / tn-t7