Palangka Raya, Langkah Kalteng ID – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menerima bantuan kemanusiaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, Bank Indonesia (BI), dan pemangku kepentingan sektor jasa keuangan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (09/10/2026).
Sebagai informasi, bantuan tersebut diserahkan di Kantor Wali Kota Palangka Raya untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus mendukung kebutuhan petugas dan relawan di lapangan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, sebanyak 832 kejadian karhutla tercatat sejak 1 Juni hingga 8 Oktober 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas 1.407,75 hektare di wilayah Kota Palangka Raya.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengapresiasi dukungan OJK Kalteng, BI Kalteng, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), BMPD, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan.
“Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membantu pemerintah menangani dampak karhutla yang memengaruhi kesehatan masyarakat, kegiatan belajar mengajar, transportasi, hingga aktivitas ekonomi, ” katanya.
Fairid menegaskan bahwa kepedulian seperti ini memiliki arti yang sangat penting. Oleh sebab itu dalam menghadapi bencana, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.
“Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tegas Walikota Palangka Raya tersebut.
Walikota Palangka Raya tersebut menuturkan bantuan yang disalurkan melalui BPBD Kota Palangka Raya meliputi 200 paket masker respirator, sembako, vitamin, serta tiga tabung oksigen.
“Dimana bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang kebutuhan petugas dan masyarakat selama penanganan karhutla berlangsung, ” tutur orang nomor satu di Kota Palangka Raya tersebut.
Dikemukakannya, dukungan juga diberikan kepada warga Kelurahan Kalampangan dan Kelurahan Kameloh Baru. Bantuan tersebut mencakup pembangunan dua titik sumur bor beserta instalasinya, 10 paket masker respirator, sembako, vitamin, dan satu tabung oksigen, ” beber Fairid Naparin.
Sementara, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, juga mengapresiasi langkah Pemko Palangka Raya, petugas, dan relawan yang terus berupaya menangani karhutla.
“Dimana kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, serta pelaku industri jasa keuangan merupakan wujud kepedulian bersama terhadap masyarakat yang menghadapi dampak bencana,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan petugas yang berada di garis depan penanganan kebakaran.
“Bantuan ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan di lapangan. Meski demikian, dengan adanya dukungan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petugas dan masyarakat selama proses penanganan bencana berlangsung,” ungkap Primandanu Febriyan Aziz.
Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Prov. Kalteng, Yuliansah Andrias, menuturkan dampak karhutla dirasakan berbagai kelompok masyarakat. Kondisi tersebut mencakup orang tua yang mencari nafkah, anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar, hingga relawan dan petugas yang berupaya memadamkan kebakaran.
“Dimana sektor jasa keuangan dan perbankan turut mengambil bagian dalam penanganan bencana melalui bantuan bagi masyarakat serta penyediaan sarana pendukung untuk petugas dan relawan, ” pangkasnya
Menurut Yuliansah, pada akhir September 2026, dukungan telah disalurkan kepada warga Kelurahan Kameloh Baru dan Kelurahan Kalampangan berupa sembako serta dukungan posko kesehatan.
“Bantuan untuk petugas dan relawan juga mencakup sarana pendukung penanganan kebakaran, seperti tandon air portabel dan nosel, ” imbuh Kepala Perwakilan BI Prov. Kalteng tersebut.
Kepala Perwakilan BI Prov. Kalteng tersebut menambahkan koordinasi dengan tim teknis akan terus dilakukan agar penyaluran bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Koordinasi dengan tim teknis akan terus dilakukan, agar bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan,” tambah Yuliansah Andrias.
Sinergi antarlembaga diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus menunjang upaya petugas dan relawan selama penanganan bencana. (red / ctr)

Tinggalkan Balasan