Palangka Raya, Kalteng ID – Dalam rangka menyerap aspirasi pedagang sekaligus membagikan bantuan kesehatan dan menyosialisasi program bantuan modal usaha bagi UMKM, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melakukan kunjungan ke kawasan Pasar Besar di Jalan Ahmad Yani, Kota Palangka Raya, Sabtu (10/10/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan bahwa aksi tanggap dampak kabut asap yang melanda wilayah setempat, Pemerintah Kota Palangka Raya menyalurkan sekitar 1.000 paket bantuan berupa masker dan suplemen susu kepada para pedagang dan masyarakat sekitar.

“Pemilihan suplemen susu dibandingkan obat atau vitamin tablet yang biasa dibagikan saat cek kesehatan. Menurutnya, susu etawa R12 secara spesifik bermanfaat untuk menjaga kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan warga di tengah tingginya paparan asap, ” ucapnya.

Fairid Naparin menegaskan dalam pembagian masker dan suplemen susu gratis ini dipastikan akan terus berlanjut melalui Dinas Kesehatan serta Disdalduk selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

“Selain menyerahkan bantuan kesehatan, Ia juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyosialisasi program kredit modal usaha bagi pelaku UMKM. Program pembiayaan tanpa bunga (0%) ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Palangka Raya dengan Bank Kalteng, ” tegas Walikota Palangka Raya tersebut.

Walikota Palangka Raya tersebut juga menuturkan bahwa mekanisme pengajuannya dibuat mudah, DImana para pelaku UMKM cukup mendaftar melalui pengurus pasar, kemudian data dikumpulkan dan diajukan ke pihak kecamatan untuk selanjutnya diverifikasi oleh Bank Kalteng.

“Persyaratannya pun sederhana, cukup melampirkan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan NIB. Jika belum memiliki NIB, nanti akan dibantu proses pengurusannya,” ungkap Fairid Naparin.

Dikemukakannya, meskipun masih ada kendala teknis terkait riwayat penunggakan kredit calon debitur yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, Pemkot akan berkoordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan Bank Kalteng untuk mencari skema relaksasi agar pedagang yang terdampak tetap dapat mengakses permodalan.

“Karena Pemerintah Kota telah menyiapkan anggarannya hingga akhir tahun dan berencana menggelontorkan alokasi dana yang lebih besar pada tahun depan guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM,” jelas orang nomor satu di Kota Palangka Raya tersebut.

Disis lain, Salah seorang pedagang di Pasar Besar, Sakrani, mengungkapkan bahwa kondisi kabut asap membuat aktivitas jual beli menurun drastis karena warga enggan keluar rumah. Pengunjung berkurang karena kondisi kabut asap, jadi pasarnya sepi.

“Kami sangat berharap pemerintah dapat segera mengatasi masalah bencana asap ini agar kondisi bisa cepat kembali normal seperti biasa,” beber Sakrani usai menerima bantuan susu dan masker dari Wali Kota. (red / ctr / bayu)