LANGKAHKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya mengerahkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat untuk membersihkan saluran drainase di sejumlah kawasan rawan genangan, Kamis, 5 November 2026. Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Wali Kota Palangka Raya dalam memperkuat penanganan genangan air.

Pembersihan berlangsung melalui dua metode, yakni pengerjaan manual dan penggunaan alat berat berupa ekskavator. Pemerintah kota menyesuaikan metode tersebut dengan kondisi saluran dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya, Berlianto, mengatakan kegiatan melibatkan sejumlah instansi pemerintah bersama warga setempat.

Petugas memusatkan pembersihan manual di kawasan permukiman dan perumahan. Sementara itu, penggunaan alat berat mendukung penanganan saluran yang membutuhkan pengerjaan lebih besar.

Perumnas Lama dan Baru Jadi Sasaran Pembersihan

Berlianto menjelaskan, petugas menyasar kawasan Perumnas Lama dan Perumnas Baru di Jalan Garuda, Kota Palangka Raya.

Pemerintah kota memilih kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya memperlancar aliran air pada saluran drainase permukiman.

“Untuk pembersihan manual difokuskan pada saluran di kawasan pemukiman dan perumahan. Hari ini kita turun di area Perumnas Lama dan Perumnas Baru di Jalan Garuda. Setiap OPD mengerahkan personelnya minimal 5 hingga 10 orang untuk bergotong-royong bersama warga sekitar,” ujar Berlianto, Kamis, 5 November 2026.

Menurut Berlianto, keterlibatan setiap OPD menjadi bagian penting dalam mempercepat pelaksanaan kegiatan.

Dengan mengerahkan personel dari berbagai instansi, pemerintah kota berupaya memperluas jangkauan pembersihan saluran air.

Pemkot Gunakan Dua Metode Penanganan Drainase

Pemerintah Kota Palangka Raya membagi pekerjaan berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan.

Petugas melakukan pembersihan manual pada saluran yang berada di lingkungan permukiman. Metode ini memungkinkan personel menjangkau drainase di sekitar rumah warga.

Sementara itu, ekskavator membantu pekerjaan pada saluran yang memerlukan penanganan menggunakan alat berat.

Pembagian metode tersebut bertujuan membuat pekerjaan lebih efektif, terutama pada saluran yang sulit ditangani secara manual.

Kegiatan ini juga melibatkan koordinasi antarinstansi. Berlianto menyampaikan keterangan setelah memimpin apel bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya.

Alat Berat Tangani Saluran Utama

Selain kawasan permukiman, pembersihan drainase juga menyasar sejumlah saluran utama dan ruas jalan protokol.

Lokasi penanganan mencakup Jalan Krakatau, Jalan Jati, Saluran 17 di belakang RS Siloam, serta kawasan Kalibata.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta BPBD turut mendukung pekerjaan menggunakan alat berat.

Sementara itu, pembersihan manual juga menjangkau kawasan Jalan Temanggung Tilung, Sisingamangaraja, dan Kinibalu.

Pemkot Bedakan Genangan dan Banjir

Berlianto menjelaskan, pemerintah kota memprioritaskan kawasan yang kerap mengalami genangan ketika hujan deras.

Ia juga membedakan kondisi genangan dengan banjir berdasarkan lamanya air bertahan di suatu kawasan.

“Secara teknis kita menyebutnya titik rawan genangan. Jika air surut di bawah tiga jam, itu masih kategori genangan,” kata Berlianto.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memperlancar aliran air agar tidak meluap ke permukiman warga.

Warga Diminta Ikut Menjaga Kebersihan Drainase

Berlianto menegaskan, pembersihan drainase tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pemerintah daerah.

Masyarakat juga memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.

Pemerintah kota berharap warga dapat membersihkan drainase di depan rumah dan gang. Sementara itu, instansi teknis menangani saluran utama yang membutuhkan peralatan khusus.

Kegiatan pembersihan ini direncanakan berlangsung secara berkala untuk mengurangi risiko genangan selama musim hujan.

Melalui kerja sama pemerintah dan masyarakat, Pemkot Palangka Raya berupaya memastikan saluran drainase tetap berfungsi serta mampu mengalirkan air dengan lancar.