LANGKAH KALTENG, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya mulai menaruh perhatian serius terhadap pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan layanan pemerintahan berbasis elektronik atau e-government. Hal itu mencuat dalam kegiatan Seminar Akhir Potensi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Mendukung Pengembangan E-Government Pemerintah Kota Palangka Raya Tahun 2025 yang digelar di Aula Pumpung Kapakat Bapperida Kota Palangka Raya, Kamis (27/11/2025).
Plt Asisten II Setda Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, S.P., M.Si, saat membacakan sambutan Sekda Kota Palangka Raya, memaparkan bahwa kajian ini lahir dari dinamika kebijakan nasional terkait pengelolaan aplikasi dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Menurutnya, kebijakan clearance SPBE yang diusung pemerintah pusat bertujuan menertibkan tata kelola sistem aplikasi sekaligus mendorong efisiensi dalam birokrasi digital.

Namun, di tengah upaya penataan tersebut, tuntutan masyarakat terhadap layanan digital yang cepat, mudah, dan inovatif terus meningkat. Di sisi lain, lanskap teknologi global menunjukkan perkembangan yang begitu pesat—ditandai dengan maraknya platform AI publik seperti ChatGPT, Gemini, Claude, DeepSeek, dan berbagai inovasi lainnya.
“Fenomena ini menciptakan ekosistem yang sangat dinamis dan kompetitif, di mana berbagai platform kecerdasan buatan berlomba menawarkan layanan terbaik kepada pengguna di seluruh dunia,” ujar Samsul Rizal.
Ia menekankan bahwa kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar tidak tertinggal dalam memanfaatkan peluang teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kota Palangka Raya, Kurniawan, S.T., M.T, menyampaikan bahwa kajian tersebut bertujuan mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan teknologi AI sebagai alternatif solusi pengembangan aplikasi e-government secara mandiri oleh perangkat daerah.
Menurut Kurniawan, semakin mudahnya akses terhadap layanan AI publik menjadi salah satu alasan kuat perlunya kajian mendalam. Hal ini memungkinkan pemerintah daerah untuk memetakan potensi, hambatan, dan strategi implementasi AI secara optimal.
“Melalui kajian ini, pemerintah daerah diharapkan mampu memahami peluang, tantangan, serta langkah strategis dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung inovasi e-government,” jelasnya saat membacakan laporan kegiatan.
Kegiatan seminar ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam penyusunan rekomendasi pengembangan teknologi digital bagi Pemerintah Kota Palangka Raya, khususnya dalam menghadapi tuntutan transformasi digital yang semakin kompleks dan kompetitif. (red)

Tinggalkan Balasan