Palangka Raya – Sebagai implementasi program prioritas Kapolri, Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar kegiatan bertajuk ‘Polisi Peduli Pengangguran’ (Poliran) di dua lokasi sekaligus, yakni di Jl. Mendawai Induk dan Komplek Pasar Besar Jl. Ahmad Yani, Kota Palangka Raya, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan, mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, didampingi Wadirbinmas AKBP Adrian Soeharto, Kasubditbinsatpam/Polsus, Disnakertrans Provinsi Kalteng, HRD BUJP Jalasena Cakra Perkasa, serta personel Ditbinmas Polda Kalteng.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Kalteng juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga berupa pemeriksaan kesehatan, pengecekan tekanan darah, dan konsultasi kesehatan umum, yang disambut antusias oleh masyarakat.
Wakapolda Kalteng menjelaskan bahwa kegiatan Poliran merupakan program unggulan Kapolri sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, bersama dengan Program Subuh Keliling, Jumat Keliling, dan Polisi Berpendidikan Keliling.
“Program ini bertujuan membantu pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya, serta membantu Bapak, Ibu dan anak-anak yang masih belum bekerja dengan mendata, melatih dan menghubungkan ke lapangan pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Brigjen Hendra.
“Kami hadir disini untuk masyarakat, nanti kita akan melakukan pendataan secara detail untuk mengetahui kebutuhan dan keterampilan warga, sehingga nantinya dapat dibantu memperoleh pekerjaan yang sesuai,” imbuhnya.
Brigjen Hendra juga menyatakan, berbagai jenis pelatihan keterampilan akan disediakan dan bisa diikuti masyarakat seperti pelatihan bengkel kendaraan roda dua dan roda empat, pengelasan, manajemen perkantoran, menjahit, serta tata kecantikan.
“Selain itu, bagi yang ingin bekerja di satuan pengamanan, kita juga telah mengandeng PT Jalasena untuk menyediakan berbagai pelatihan keterampilan, salah satunya pendidikan dan pelatihan satuan pengamanan (Satpam) serta pelatihan cleaning service selama tiga hari dan peserta akan mendapatkan sertifikat,” bebernya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga turut menyampaikan permintaan untuk mendukung usaha mandiri, di antaranya alat Mesin Jahit, Salon Speaker, Seragam SD beserta Tas dan Sepatu, Mesin Kompresor, serta bantuan Kursi Roda.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolda mengapresiasi seluruh aspirasi yang telah disampaikan warga dan selanjutnya permintaan tersebut akan didata oleh Ditbinmas Polda Kalteng dan Bhabinkamtibmas untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait dan program bantuan sosial Polri.
“Melalui program Poliran yang dirangkaikan dengan layanan kesehatan gratis ini, Polda Kalteng berharap dapat membantu mengurangi angka pengangguran, meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah,” tutupnya. (adji/supri).

Tinggalkan Balasan